KEROHANIAN TANPA STANDAR
Kerohanian Tanpa Standar
Kegagalan terbesar bukan ketika kita gagal Mengasihi Tuhan, tapi Kegagalan Terbesar ketika Tuhan gagal Mengasihi kita... Tetapi Kabar Baiknya DIA tidak pernah gagal, dan DIA telah melakukannya satu kali untuk seumur hidup kita ... dengan mengangkat kita menjadi ANAK-NYA
Dan "Status Anak" ini tdk akan pernah hilang dari setiap kita orang percaya... Apapun yang terjadi dalam
hubungan kita dengan Bapa, tidak membuat KasihNya pudar ... DIA tetap sangat mengasihi kita. Dan kita dapat menikmati KASIH-NYA DIMANA SAJA.
GOD is LOVE ...
Kehendak Allah adalah menyatakan pribadi-Nya; Dia ingin menyatakan pribadi-Nya yang adalah KASIH, supaya kita dapat datang kepada-Nya seperti seorang anak yang mengenal ayahnya; (seorang anak yang mengenal ayahnya dapat datang kapan saja tanpa ada rasa takut kalau2 ia ditolak)
Religion (Agama) membuat begitu banyak aturan, syarat dan batasan untuk kita bisa menghampiri Tuhan ... Apakah Anda sudah cukup kudus, bagaimana dengan jam doa Anda, perbuatan baik seperti apa yang sudah Anda lakukan, sudah berapa banyak orang yang Anda injili, apa perilakumu cukup baik, sepertinya Anda perlu membereskan hatimu, ada dosa yang belum kamu akui, dan sebagainya .... Dan itulah yang kebanyakan diajarkan kepada kita selama ini ... Termasuk juga Kekristenan dan banyak pengajaran di gereja2 ...
Namun Kebenaran Allah jauh lebih baik dari kebohongan mereka. Kabar baiknya: Hari ini dan seterusnya, kita dapat dengan bebasnya menikmati Persekutuan Intim dengan Tuhan di dalam Kristus. Hubungan kita dengan Bapa di surga adalah hubungan damai sejahtera, kita dapat menikmati hubungan itu tanpa harus ke gereja, tanpa berdoa, berpuasa, tanpa musik dan tanpa apapun ... kita dapat menikmati hubungan dengan Kristus ketika kita sedang bekerja, facebook'an, makan, atau pun sedang olah raga, dll. Dimana saja dan kapanpun, kita dapat menikmati hubungan dengan Kristus.
Roma 5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Romans 5:1 Therefore being justified by faith, we have peace with God through our Lord Jesus Christ:
Sungguh betapa indahnya ketika kita diangkat menjadi ANAK Tuhan, dan betapa indahnya hidup dlm Kasih KaruniaNya ... Bila dulu diajarkan utk datang pd Tuhan harus dgn hati murni (ga boleh punya motivasi), jangan krn ingin minta apa2, jangan menjadikan Tuhan "pabrik" yg memenuhi kebutuhan kita, jangan doa minta yg macam2 utk memenuhi hawa nafsu, Tuhan hanya memenuhi kebutuhan kita bukan keinginan kita (yg penuh hawa nafsu), bla..bla..bla...
Padahal hubungan kita sama Bapa kan sama seperti kita dgn anak-anak kita juga. Kita saja tetap seneng kok ketika anak-anak minta apa-apa sama kita, bahkan kadang tahu juga kalo mereka bersikap manis-manis sama kita krn ada maunya, toh kita ga keberatan kan? Kita manusia biasa saja begitu, apalagi Bapa yg adalah Kasih itu ... Aku jd inget dulu ketika diajar ttg berdoa, bahwa doa kita didengar bukan krn panjangnya doa, indahnya kata2 doa, doa bukan sekedar kata2, tetapi Tuhan lihat siapa yg berdoa, yaitu kita Anak-Nya. Aku kasih ilustrasi: robot diprogram berdoa yg bagus sekali, disetel 24 jam, Tuhan denger ga? Tentu saja tidak, karena Tuhan ga denger robot. Begitulah Bapa kita, satu katapun cukup menarik perhatianNya, bahkan hanya tetes airmata tanpa katapun Dia mengerti. Dia ga hrs "dibujuk" atau "disogok" dgn hrs terus menaikkan doa 24 jam tanpa henti.
Selain selama ini juga diajarkan bahwa Tuhan memberi hanya yg kita perlu, plus 1 syarat lg : untuk memuliakan namaNya. Hasilnya itu membuat kita minta apa2 menjadi takut dan tertuduh.
Mazmur 37:4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
Psalms 37:4 Delight thyself also in the LORD; and he shall give thee the desires of thine heart.
Menurut ayat diatas, Dia memberikan apa yg diinginkan hati kita. Sekarang aku belajar minta dgn free dan percaya, bhw Bapaku yg baik itu SENANG memberi yg baik buatku dan anak2Nya yg lain. Kasih melenyapkan ketakutan. Hari ini, Datanglah pada Bapa kita yang penuh kasih tanpa keraguan dan ketakutan apapun.
Grace to you!