MENGAPA TUHAN MENYURUH KITA KUDUS

*JIKA KITA KUDUS, MENGAPA TUHAN MENYURUH KITA MENJADI KUDUS?*

Ini pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya "Jika kita sudah kudus, lalu mengapa Allah menyuruh kita menjadi kudus?"

Jawabannya : Karena Allah ingin kita menjadi siapa kita yang sesungguhnya.
Allah sedang mengatakan, "Kamu adalah anak-Ku yang sudah dikuduskan. Bertingkah-lakulah demikian. Jadilah sebagaimana kamu Aku ciptakan."

Dr. Martin Llyod-Jones pernah berkata, "Kekudusan bukanlah suatu keadaan yang harus kita kejar; Kekudusan adalah sesuatu yang kita jalani karena siapa kita yang sesungguhnya."

"Tapi, saya masih bingung. Banyak ayat yang menyuruh kita supaya menjadi kudus. Bagaimana mensinkronkan ayat-ayat tersebut dengan ayat yang mengatakan kita ini sudah kudus?"

Jawaban terbaik yang dapat saya berikan saya kutip dari Bill Gillham dalam bukunya 'Lifetime Guarantee', yang membandingkan manusia dengan pohon ek (oak tree):

"Apakah orang Kristen benar-benar sudah kudus, atau apakah kita berusaha untuk menjadi orang kudus? ...
Saat pohon ek muda tumbuh, dia tidak menjadi semakin 'ek'. Pohon ek, ya pohon ek. Pohon muda itu tidak berubah menjadi sesuatu yang lain, tapi menjadi sesuatu yang memang dirinya, pohon ek dewasa."

Pohon itu tidak menjadi pohon ek dengan bertingkah sebagai pohon ek. Sama halnya, anda tidak menjadi kudus dengan berperilaku kudus.
Anda kudus karena Yesus sudah menguduskan anda. Bagian anda adalah tumbuh dewasa menjadi seseorang sebagaimana anda telah diciptakan.
Memang butuh waktu, tapi seorang bayi tidak semakin menjadi manusia seiring pertumbuhannya. Dia MEMANG manusia sejak lahirnya.
Sama, anda juga tidak menjadi semakin kudus seiring pertumbuhan rohani anda. Anda SUDAH kudus 'dari sononya'. Seiring pertumbuhan rohani anda, anda semakin dewasa dan menjadi sebagaimana anda telah diciptakan. Kudus.

Saya mengutip Bill Gillham lagi :
"Kita semua tahu, kedewasaan tidak datang dalam satu langkah raksasa, tapi lewat proses : "Dan kita semua ... diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dari kemuliaan kepada kemuliaan" (2 Korintus 3:18). Perhatikan yang Paulus katakan, 'dari kemuliaan kepada kemuliaan', BUKAN 'dari sampah kepada kemuliaan'. Anda sudah kudus di dalam Kristus... Sebagaimana pohon ek muda tidak semakin menjadi pohon ek seiring semakin dewasanya dia; demikian pula ciptaan baru tidak jadi semakin kudus, semakin diampuni, semakin dikenan, semakin diterima dst."

Kritik yang sering dilontarkan adalah kami menentang kehidupan yang kudus. Salah sama sekali. Yang kami tentang adalah kebiasaan lama mencoba membuat diri anda menjadi kudus dengan berperilaku kudus.
Anda tak akan bisa!
Standarnya terlalu tinggi.
Berita baiknya, Allah sudah jadikan anda kudus. Dia mengambil pecahan-pecahan kehidupan anda yang hancur, dan membuat anda menjadi sesuatu yang baru, indah, yang menyenangkan, yang berbau harum dan serupa Kristus.

Sekarang setelah kita memahami mengapa Alkitab menyuruh kita kudus, kita akan lihat beberapa ayat Perjanjian Baru mengenai kekudusan :

• Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus (Roma 1:7a)
Jadilah kudus karena kamu orang kudus, sebagaimana sering Paulus tuliskan dalam surat-suratnya.

• ... sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan saat kamu masih durhaka, maka kini hiduplah kudus karena sekarang kamu kudus (Roma 6:19).

• Tetapi sekarang setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah kekudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal (Roma 6:22).
Buah kekudusan adalah sesuatu yang dituai, bukan dihasilkan/diproduksi. Seperti kehidupan kekal, kekudusan adalah pemberian/hadiah, bukan upah (lihat Yohanes 3:16, 5:21).

• kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus ... (1 Korintus 1:2).
Kamu sudah kudus, bertindak dan hiduplah demikian.

• Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala (Kolose 3:5).
Jika kamu adalah kupu-kupu, jangan hidup seperti ulat! Jika kamu sudah diberi natur atau sifat yang baru, jangan hidup dengan sifat lamamu. Itu kemunafikan. Itu pura-pura menjadi seorang yang bukan dirimu.

• Adalah kehendak Allah agar kamu kudus : supaya kamu menjauhi percabulan (1 Tesalonika 4:3).
Adalah kehendak Allah kamu kudus dalam tindakanmu. Bukan karena keselamatanmu tergantung pada hal itu. Tapi karena keberadaanmu di dunia sangat dipengaruhi tindakanmu. Dosa merusak hidupmu.

• supaya kamu masing-masing hidup ... di dalam kekudusan dan terhormat, bukan di dalam keinginan hawa nafsu seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah (1 Tesalonika 4:4-5).
Kamu mengenal siapa Allahmu, jadi jangan berperilaku seperti orang yang tidak mengenal Dia.

• Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita (1 Tesalonika 5:23).
Pengudusan adalah pekerjaan Allah, bukan pekerjaanmu! Sebagaimana anugerah keselamatan adalah sesuatu yang harus kamu 'kerjakan' dalam hidupmu, demikian pula pengudusan-Nya. Kamu sudah menerimanya, sekarang nikmatilah!

• tetapi sama seperti Dia yang telah memanggil kamu adalah kudus, jadilah kamu kudus di dalam seluruh hidupmu (1 Petrus 1:15).
Kamu kudus bukan karena kamu ber-akting kudus. Kamu kudus karena kamu adalah anak dari Bapa yang kudus. Kamu juga adalah bangsa yang kudus (1 Petrus 2:9). Jadilah siapa dirimu yang sesungguhnya.

Nasehat untuk hidup kudus dalam Perjanjian Baru hendaknya tidak diartikan sebagai panduan menolong-diri-sendiri untuk menjadi kudus.
Nasehat itu adalah gambaran suatu hidup yang utuh, lengkap, sehat dan penuh yang harusnya kita nikmati saat kita mengijinkan Kristus mengekspresikan kehidupan kudus-Nya melalui kita.

Nasehat Perjanjian Baru untuk hidup kudus adalah gambaran kehidupan berkelimpahan yang telah menjadi milik kita dalam Kristus.

Popular posts from this blog

MUSUH MELARIKAN DIRI

TUHAN TEMPAT PENGUNGSIAN ANDA

SEJAHTERA DAN SUKACITA