SALIB MEMISAHKAN

*🎋Salib memisahkan yang “Lama”*
     *dari yang “Baru”🌾*

🍎🍎🍎🍎
Saat sebagian besar orang Kristen menyadari bahwa salib Yesus itu penting, banyak yang tidak menyadari kehebatan maknanya.

☝ *Salib adalah garis pemisah antara perjanjian lama dan perjanjian baru. Saat Yesus berseru “sudah selesai”, yang lama telah berlalu dan yang baru telah datang!*

🤗☝ *Sebuah perubahan besar*

Perubahan yang terjadi sangatlah besar bahkan pada awalnya murid-murid Yesus mengalami kesulitan untuk meninggalkan yang lama. Simon Petrus dikoreksi beberapa kali, dua kali langsung oleh Yesus (Kisah 10 dan11) dan oleh Paulus (Galatia 2), karena dia dirayu untuk kembali kedalam perjanjian lama dalam hal apa yang telah diselesaikan Yesus di kayu salib. Jika rasul yang berkhotbah di hari Pentakosta dan yang melihat mukjizat saat bayangannya mengenai orang sakit perlu untuk dikoreksi, tidak heran banyak orang saat ini gagal untuk memahami seluruh karya penebusan Yesus. Bukannya zig-zag bolak-balik antara perjanjian lama dan perjanjian baru, kita harus membiarkan kompas kita, Roh Kudus, memusatkan arah kita dan mengingatkan kita akan semua yang telah Yesus lakukan bagi kita dan bagi seluruh dunia.

🤗☝ *Allah telah memberikan segalanya*

*Sebelum salib, orang melakukan kegiatan kerohanian agar mendapatkan sesuatu dari Allah, akan tetapi setelah salib, kita berdoa, menyembah dan percaya karena apa yang telah disediakan Allah bagi kita*. Hukum Taurat Musa sangat jelas menyatakan bahwa manusia harus mentaati semua perintah “siang dan malam” agar dapat menerima berkat Tuhan (tentu saja tidak seorangpun yang berhasil melakukannya). *Dalam perjanjian baru kita menerima berkat karena apa yang telah dilakukan Yesus; ketaatan dan pengorbanan-Nya telah diperhitungkan bagi kita.*

Yabes berdoa agar Allah memberkatinya. Itu merupakan doa yang baik bagi Yabes, karena dia hidup dibawah perjanjian lama, tetapi doa itu tidak cocok bagi kita. *Kita berdoa karena Allah telah memberkati kita di dalam Kristus:* “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” (Efesus 1:3) *Perhatikan bahwa Allah “telah memberkati” kita; ini bukan tentang “akan memberkati kita.”*

🤗👍 *Allah telah “digerakkan”*

*Hidup kita yang baru di dalam Kristus seluruhnya tergantung dan tercakup pada karya yang telah diselesaikan Yesus. Bukan “Anda bergerak baru kemudian Allah bergerak,” seperti yang sering saya dengar dari para pengkhotbah. Pesan kita adalah bahwa Allah telah dipuaskan oleh pengorbanan Yesus. Allah telah “digerakkan.” Dia tidak meresponi kita karena usaha kita – Allah telah meresponi dengan menyediakan segala yang kita perlukan di dalam Yesus Kristus.* Tugas kita sederhana yaitu percaya akan apa yang telah dilakukan Yesus. Iman kita tidak menggerakkan Allah; kalau memang bisa, itu berarti Allah berada di tempat yang salah. Tidak, iman adalah bersandar pada apa yang telah dilakukan Yesus. Iman tidak mengharapkan apa yang akan dilakukan Allah suatu hari nanti (itu adalah pemikiran perjanjian lama), *tetapi iman yang sesungguhnya memandang pada apa yang telah dilakukan Yesus di atas kayu salib. Itu cukup.*

Grace To You

Jesus Love You

Ps. Peter Youngren
🍏🍏🍏🙏🍏🍏🍏

Popular posts from this blog

MUSUH MELARIKAN DIRI

TUHAN TEMPAT PENGUNGSIAN ANDA

SEJAHTERA DAN SUKACITA