LEGALISME VS KASIH KARUNIA

LEGALISME VS KASIH KARUNIA

Mengapa Injil adalah kabar yang luarbiasa baik? Karena itu adalah kabar-yang-terlalu-baik-jadi-kenyataan mengenai KARYA YESUS yang SEMPURNA di salib.
Demikian baiknya hingga :
- Anda dalam kesatuan yang sempurna dengan Dia
- Anda diampuni atas semua dosa anda (dosa masa lalu dan sekarang, bahkan dosa masa depan)
- Anda utuh, penuh dan sempurna di dalam Dia
- Anda bersih, kudus, benar dan seperti Kristus

Ingatlah, semuanya ini benar dan semua ini adalah mengenai roh anda. Roh andalah yang menentukan identitas sejati anda. Roh anda sepenuhnya diubah saat anda dilahirkan kembali, kini anda adalah ciptaan yang baru (2 Kor 5:17).

Allah adalah roh, demikian pula anda. Dia berurusan dengan manusia roh anda. Jadi, di mataNya, anda sama kudus, sama benar, sama sempurnanya dengan Yesus.

... karena sama seperti Dia, demikian kita juga di dunia ini (1 Yoh 4:17)

Anda benar-benar ciptaan yang baru!

Sifat Kristus direfleksikan dalam hidup anda seiring anda membarui pikiran, membuat anda yang asli semakin nyata. Membarui pikiran adalah dengan bersandar saat demi saat kepada Roh yang menetap di dalam anda yang menghidupi kehidupanNya lewat anda.

Berikut adalah perbandingan antara pola pikir legalisme dengan pola pikir kasih karunia. Lewat perbandingan ini anda bisa mengetahui di area mana anda perlu membarui pikiran anda.

1. Pola pikir legalisme (L) : Umat manusia berada di bawah Hukum Taurat.
Pola pikir kasih karunia (KK) : Umat manusia berada di bawah Kasih Karunia.

2. L : Manusia adalah pendosa, tidak kudus, tidak benar dan tidak sempurna.
KK : Dalam Kristus kita adalah orang benar, kudus, benar dan sempurna.

3. L : Manusia adalah budak dosa.
KK : Kita adalah 'hamba' kebenaran.

4. L : Manusia perlu minta pengampunan kepada Allah.
KK : Kita SUDAH diampuni.

5. L : Fokus pada dosa.
KK : Kita bersukacita karena Yesus sudah menghapuskan dosa sekali untuk selamanya.

6. L : Membuat pengakuan dengan mendaftarkan semua dosa.
KK : Kita mengaku (bersepakat dengan Allah) dengan menyadari bahwa semua dosa kita - dulu, sekarang, nanti - sudah diampuni.

7. L : Manusia mengaku dosa untuk diampuni lagi (darah hanya menutupi dosa).
KK : Kita mengaku bahwa kita sudah diampuni (Darah menghapuskan dosa).

8. L : Manusia berbalik dari dosa (sebagai bentuk pertobatan)
KK : Kita berbalik KEPADA Allah (sebagai bentuk pertobatan)

9. L : Percaya bahwa Allah mengingatkan mereka akan dosa mereka
KK : Kita yakin Roh Kudus mengingatkan kita akan kebenaran kita dalam Kristus

10. L : Minta 'diuji' oleh Roh Allah untuk diperlihatkan dosa, kekurangan dan kegagalannya
KK : Kita diingatkan oleh Roh Kudus bahwa "Aku tidak mengingat-ingat lagi segala dosa dan pelanggaranmu"

11. L : Allah menarik hadiratNya dari umatNya jika mereka berdosa
KK : Kita adalah Bait Roh Kudus, dimeteraikan untuk selamanya, Dia sekali-kali tidak akan meninggalkan atau membiarkan kita

12. L : Percaya bahwa dosa memisahkan dirinya dari Allah
KK : Tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasihNya

13. L : Memisahkan diri dari segala yang najis dan tidak boleh menyentuh segala yang najis supaya tetap tahir dan kudus
KK : Kita sudah dikuduskan dan disucikan, sehingga tidak terlibat dalam segala hal yang najis

14. L : Begitu sadar-dosa karena dosa sudah mengintip di muka pintu dan ingin menguasai
KK : Kita adalah orang-orang yang sadar-Kristus, karena kita sudah dilepaskan dari dosa dan hidup merdeka dari rasa takut dan penghakiman

15. L : Fokus pada persembahan korban dan usaha-usaha manusia
KK : Kita fokus pada korban Kristus dan karyaNya yang sempurna

16. L : Melakukan sesuatu supaya menjadi sesuatu (perbuatan menentukan identitas)
KK : Kita adalah siapa kita dalam Kristus (identitas menentukan perbuatan)

17. L : Berusaha dengan berbagai cara untuk menjadi benar, kudus, sempurna
KK : Kita adalah orang benar, kudus, sempurna dan serupa Kristus, dan menunjukkannya dengan membiarkan Kristus menghidupi kehidupanNya lewat kita

18. L : Manusia memiliki hati yang jahat, yang keras dan licik melebihi segala sesuatu
KK : Kita menerima hati yang baru, bersih dan kudus, yang identik dengan hati Yesus

19. L : Menekankan bahwa pengudusan adalah suatu proses pembersihan seumur hidup
KK : Kita percaya bahwa Pengudusan kita adalah Seseorang, Yesus Kristus

20. L : Berusaha sekuatnya untuk menjadi saleh
KK : Kita adalah orang saleh di dalam Kristus

21. L : Memiliki mental 'kurang' dan suka sekali merengek minta yang 'lebih' : lebih banyak berkat, lebih banyak kuasa, lebih banyak perkenanan, lebih banyak urapan, lebih banyak kasih dll
KK : Kita UTUH dan PENUH di dalam Kristus. Kepada kita sudah diberikan segala yang kita butuhkan dan akan kita butuhkan. Kita diberkati. Kita dikenan. Kita dikasihi. Kita diurapi. Kita diberi kuasa. Kita menerima kepenuhan kasih Kristus

22. L : Mencari dan meminta urapan yang 'baru'
KK : Kita sudah dipenuhi dengan kepenuhan Roh Allah, termasuk urapanNya

23. L : Meminta iman yang lebih besar
KK : Kita telah menerima iman Allah dan penuh dengan iman supranatural Allah itu

24. L : Berdoa dan berpuasa supaya memiliki kuasa rohani dan otoritas yang lebih besar
KK : Kita memiliki kuasa yang sama dengan kuasa yang membangkitkan Yesus dari antara yang mati, dan memiliki otoritas seperti yang Yesus miliki

25. L : Berperang untuk meraih kemenangan
KK : Kita berperang dari posisi sebagai pemenang.

(BY: RASUL PAULUS)

GRACE TO YOU!

Popular posts from this blog

MUSUH MELARIKAN DIRI

TUHAN TEMPAT PENGUNGSIAN ANDA

SEJAHTERA DAN SUKACITA