NARSIS ROHANI
NARSIS ROHANI
Kita tentu tahu dan sering melihat bahwa tidak setiap
orang Kristen hidupnya betul-betul mengikuti teladan Kristus. Sangat
menyedihkan memang tapi kita harus mengakui bahwa ada orang-orang Kristen yang
lebih mengutamakan keinginannya sendiri, seperti contohnya uang, popularitas
atau bahkan kepentingan politik, daripada keinginan Tuhan.
Di antara sekian banyak penyelewengan ini, mungkin salah
satu yang paling berbahaya adalah narsis rohani. Mengapa berbahaya? Karena
seringkali tidak terlihat secara nyata tapi dapat memberikan pengaruh negatif
serta merugikan, tidak hanya di kalangan orang Kristen, tapi juga dapat membawa
kesaksian yang buruk untuk kalangan bukan Kristen.
Apa itu narsis rohani?
Dalam kehidupan berjemaat kita, tentunya kita sudah tidak
asing dengan yang namanya kesaksian. Entah itu kesaksian yang kita dengar di
atas mimbar ataupun dalam percakapan ringan di antara sesama jemaat Tuhan. Tapi
pernahkah kita benar-benar memperhatikan kesaksian yang kita dengar tersebut?
Apakah kesaksian itu pada akhirnya membuat orang yang mendengarnya jadi memuliakan
nama Tuhan ataukah justru meninggalkan perasaan negatif seperti contohnya
merasa terhakimi, tersindir, merasa kecil, tidak mampu dan sebagainya?
Tidak jarang bukan, ketika mendengarkan sebuah kesaksian,
yang kita puji justru orangnya dan bukan Tuhan? Meskipun mungkin orang itu
melakukannya tanpa sadar tapi sesungguhnya tujuan utama dari sebuah kesaksian jadi
tidak tersampaikan.
Lalu bagaimana caranya kita mengenali narsis rohani
tersebut? Dan bagaimana kita menyikapinya?
Berikut adalah 5 tanda seseorang terkena gejala narsis
rohani
1. Mereka
senang membicarakan pencapaian mereka sendiri
Orang yang narsis rohani
senang berbicara tentang keberhasilan mereka sendiri. Mereka bersaksi bagaimana
rajinnya mereka berdoa, membaca Alkitab, berpuasa. Mereka senang bercerita
tentang pelayanan mereka. Bahkan mereka bercerita ketika mereka membawa
jiwa-jiwa baru kepada Kristus.
Alkitab mengajarkan kita untuk
”Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal
dan bukan bibirmu sendiri” (Amsal 27:2) tapi orang yang narsis rohani akan
memamerkan apapun yang dapat mendatangkan pujian bagi diri mereka.
Memang ketika mereka berbicara
mereka mungkin akan menyebut nama Tuhan, mereka berkata bahwa mereka diberkati
Tuhan karena sudah melakukan ini itu. Tentu saja tidak salah tapi apabila
diperhatikan sungguh-sungguh, kita bisa tahu bahwa mereka sedang membicarakan
pencapaian diri mereka sendiri dan bukannya Tuhan. Bukankah Firman Tuhan
berkata “...sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5)? Biasanya
orang-orang yang mendengarkan akhirnya memuji orangnya, dan bukan Tuhan.
2. Mereka
biasanya menguasai percakapan
Dalam sebuah percakapan,
mereka akan selalu mengontrol percakapan dan bukan hal yang aneh jika mereka
menyerang pribadi orang lain atau menyudutkan percakapan sesuai dengan yang
mereka inginkan. Mereka melakukan ini dengan alasan membantu orang lain dan
dalam lingkup memberikan masukan kepada orang lain karena mereka peduli tapi
mereka tidak tertarik dengan pembicaraan dua arah atau diskusi. Mereka
cenderung memberikan nasihat dan tidak mau mendengarkan.
Mereka juga sering memberikan
masukan tentang kegiatan gereja yang menurut mereka tidak sesuai.
Alkitab sudah memperingatkan
bahwa ada orang-orang seperti itu yang menciptakan perpecahan di antara
orang-orang percaya dan hanya melayani selera mereka sendiri (Roma 16:17-18) ” Tetapi
aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka,
yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan
perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! Sebab orang-orang demikian
tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan
dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka
menipu orang-orang yang tulus hatinya.”
Ketika menghadapi situasi
seperti ini, jangan meladeni mereka karena tidak ada gunanya. Lebih baik kita
tidak terpengaruh oleh ucapannya. Amsal 26:4-5 “Jangan menjawab orang bebal
menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia.
Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya
bijak.”
3. Mereka
hanya suka berbicara, tidak suka mendengarkan
Seorang yang narsis rohani
sangat senang berbicara dan sangat tidak suka mendengarkan. Yakobus 1:19
mengingatkan kita untuk “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini:
setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata,
dan juga lambat untuk marah”
Sebagai seorang Kristen yang
baik hendaklah kita mau mendengarkan orang lain, meskipun pendapatnya
bertentangan dengan pendapat kita. Mendengarkan adalah salah satu ciri bahwa
kita rendah hati dan tidak mementingkan diri sendiri, tetapi seorang yang
narsis rohani tentu saja tidak dapat melakukannya.
4. Mereka
sering mengucapkan kata Kasih tapi tidak pernah menunjukkannya
Salah satu cara paling mudah
mengenali narsis rohani adalah dengan melihat apakah perbuatan mereka sesuai
dengan apa yang diucapkannya. Sering kita lihat dalam suatu kegiatan gereja,
selalu ada orang-orang yang memberikan masukan atau kritikan demi kebaikan atau
kemajuan bersama. Tapi ketika masukannya dipandang baik untuk dipraktekkan,
mereka justru tidak mau melakukan apa yang menjadi masukan mereka tadi.
Mereka bisa memberikan masukan
yang muluk-muluk tapi pada kenyataannya mereka sendiri tidak dapat
melakukannya.
5. Mereka
memutarbalikkan Firman Tuhan
Orang yang narsis rohani
sering menggunakan ayat Firman Tuhan hanya untuk kepentingan mereka sendiri.
Mereka hanya mengutip ayat-ayat tertentu yang mereka sukai dan menggunakannya
di luar konteks Firman Tuhan tersebut.
Sudah pasti ucapan mereka
janganlah dipercaya dan tentu saja kita harus menyelidiki sendiri kebenaran
Firman Tuhan yang mereka sampaikan itu, tentunya dengan meminta tolong Roh
Kudus untuk menerangi hati kita dengan kebenaranNya.